Orang Itu Lagi Kesel

January 17th, 2008 by teeweeq

Serius, suka sewot, suka marah, males ngobrol ma orang-orang, males ngomongin and denger soal percintaan, mungkin sosok manusia yang nggak banget. Tapi kalo memang ada orang dengan kondisi seperti itu, lebih baik dijelaskan mengapa. Mungkin orang itu terlalu banyak berpikir, hingga lelah berpikir. Berpikir..berpikir…kenapa coba?? Ya kenapa coba, kenapa coba bisa …kenapa  semua bisa kacau dalam waktu bersamaan, sudah bisa diprediksikan pula, sudah diingatkan pula.

Yah, apalagi kalo bukan masalah alam..masalah lingkungan. Banjir bandang, longsor, topan, badai, gagal panen, korupsi, mpe langkanya

tempe

, yang kesemuanya itu rakyat kecillah yang jadi korban. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga ketumpahan cat keinjek-injek pula.

Memang masalah yang menyangkut alam ini mang ulah manusia. Ya global warming ya soal pencemaran, ampe soal pembungkus yang bermasalah ma kesehatan. Coba kalo keadilan ditegakkan, pembangunan merata, trus nggak semua pusat kegiatan, pusat perdagangan, pusat pemerintahan di Jakarta, kan masalah urbanisasi, kawasan kumuh & pembangunan gedung-gedung ’sombong’/pencakar langit, yang katanya jadi penyebab daerah resapan berkurang drastis, masalah kejahatan mpe masalah moral (homoseks, gaya hidup hedon, mpe narkoba) InsyaAlloh bisa diminimalisasi.

Masalah pembungkus (plastik, styrofoam, etc) juga nggak usah pusing diganti ma pembungkus zaman majapahit kayak pincuk, kendi, etc (meski ide ini boleh juga ). Ya gampang ajalah, gak usah dibawa pulang, makan aja ditempat. Kalo nggak keburu waktunya, salahin aja kemacetan yg jadi penyebab nggak efisien, ini gara2 urbanisasi juga, semua tumplek blek di metropolitan.

Kalo nggak mau makan di tempat, masak aja di rumah, minta dimasakin ibu, istri, ‘iyem’, malah lebih sehat and murah. Kalo nggak sempat pulang ke rumah, salahin juga gara2 kerja nggak kenal lelah ngejar setoran, gara2 harga pada naik, gara2 manajemen pemerintah nggak bener, mpe ngurus nanam kedele aja nggak becus, kelamaan ngurus koruptor yg nggak juga dihukum2, jadi lupa ngatur nandur dele, katanya negara yang ijo royo-royo, huh!!!

Nyambung nggak sih , ini mah namanya nggak jadi marah-marah.

Ya nyambung nggaknya tentunya tergantung dari benang mana ditarik, yang jelas mang kata Alloh SWT :"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar": (QS Ar-Ruum: 41).

Jadi ingat di milis, ternyata politisi kita memang memenuhi syarat sebab 1) bisa berbicara satu jam tanpa inti apapun 2) bisa duduk

lima

tahun tanpa mengerjakan apapun 3) bisa dipilih kembali tanpa mengetahui apapun. Hemmm…tapi lebih bego lagi yang milih pemimpin yang bisanya begini, ya

kan

??.

Masih inget juga dengan peringatan Alloh akan haramnya riba??

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila…”.(Q.S. Al-Baqarah:275)

Bagaimanapun riba itu, tanpa memandang agama manapun, sistemnya tidak adil dan menguntungkan orang yang berduit makin berduit. Rupanya peringatan itu sudah terlihat nampak saat ini. Lihat aja

Bursa

efek beberapa hari ini, yang makin tak karuan menyusul ancaman resesi di Amerika Serikat, hingga memaksa seorang Bush menarik pasukannya dari Irak. Hahaha…akhirnya si sombong pulang sendiri karena kehabisan ‘bekal’.

Bayangkan, sebuah negara sebesar dan sepongah Amerika Serikat, terancam resesi, karena harga minyak dan masalah perumahan mereka. Dan Indonesia??..ya karena ngekor aja..ya ngekor juga morat-maritnya. Justru lihatlah

Malaysia

…terlepas dari polemik mereka dituduh ‘mencuri’ beberapa karya cipta bangsa kita, tapi soal inisiatif, patutlah negara pakcik-makcik ini diacungi jempol. Lihat aja kebijakan mereka yang akan membebaskan pajak untuk transaksi syariah, beda dengan negara kita yang malah dapat pajak ganda. MasyaAllah.

Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun.

Tapi diantara kesedihan dan keprihatinan orang itu, Alhamdulillah selalu ada kemudahan diantara kesempitan yang diturunkan Alloh SWT. Ya setelah sekian lama tertunda, akhirnya orang itu sudah menyerahkan Proposal Thesisnya, Alhamdulillah, Allahu Akbar!!. Semoga disusul dengan seminar thesisnya dan kemudian lulus deh. AMIEN YA ALLOH.

Ada

untungnya juga ya kesel, jadi bisa fokus. Soal yang lain, orang itu pasrah aja sama Alloh. Siapa ya orang itu ??? wekekekek.

NB: lagi keranjingan Naruto nih

FILOSOFIS SAYUR keASEMan

December 4th, 2007 by teeweeq

Begitu banyak pelajaran di hidupku akhir-akhir ini yang rasanya tak sabar ingin kubagi. Sampe soal masakanpun aku merasa keindahan hikmah Alloh tercurah disana. Simpel aja sih benernya. Jangan tegang-tegang ya bacanya kayak bacaan diatas…hehe

Seperti kebiasaan dan hobiku..kalo hari Sabtu or Minggu aku berusaha masak sendiri di kost. Ya selain lebih hemat ya boleh donk hidup sehat, sama latihan dikit-dikit kalo ntar InsyaAlloh jadi ibu rumahtangga nggak kagok2 banget masak buat suami, anak and menghindari tatapan aneh ibu mertua hehehe. Amien. (Loh kok malah jadi kesini obrolannya..ngelantur nih..)

Nah walhasil dengan menyeret Esti, kuputuskan memasak sayur asem, ayam goreng, sambel terasi, and Es sirup sarang burung (yang ini buatan Indri). Dengan mengucap Bismillah dimulailah perjuangan itu…Pertama kumasak Sayur Asem dulu, sambil nunggu bumbu meresap di daging ayam. Setelah proses memasak hasil konsultasi via telpon tadi malam sama ibu, akhirnya mendidih juga si sayur asem. Saat mencicipi!!!!.

Hmmm…???? Ternyata kok agak ke-asem-an ya? Kuputuskan menambahkan garam…ternyata masih ke-asem-an juga. Kutambahin lagi masih juga ke-asem-an. Duuh, gimana ya. Naah, mendingan kutambahin gula aja deh. Hmmm???…ternyata masih ke-asem-an juga….AHA!!!. Mendingan kutambahin air aja kaan. (cerdas kamu wi’…hihihi, malah narsis sendiri). Nah akhirnya kutambahkan deh air seember eh secukupnya.

Hasilnya??? …Walaaa!!

Tetep aja masih ke-asem-an. Uuuuhhh MasyaAlloh…kenapa ya?? Aku jadi mulai ragu kalo lidahku bisa berfungsi sesuai kodratnya. Akhirnya kuminta deh anak kost nyicipin…Kata indri sih fine-fine aja, memang sih agak ke-asem-an, tapi it’s fine katanya, namanya juga sayur asem, kalo asin jadi sayur asin donk hehe.

Berikutnya, setelah intermezzo bentar goreng krupuk by Indri, aku goreng ayam yang udah diungkep bumbu selama hmmm…mbuh juga berapa lama :P. Setengah jam kemudian, ayam goreng garing kriuk-kriuk nan item (hehe) akhirnya jadi juga. Iseng kucuil dikit….Busyeeettttt!! ternyata keasinan boooo’!!. Huuuh biasanya aku kalo masak enak and pas, kenapa sih ini, huuuuh!!.

Ya udah daripada kecewa mending lanjut ke masakan berikutnya which is..sambel terasi. Dibantu dengan mb watil, jadi juga sambel terasinya. (Sambel adalah menu wajib dalam masakan). Setelah dicolek…wuaaaaaaaa, pedass banget booo’!!!!.

Weleh, dengan keadaan makanan yang serba nggak sempurna begitu (agak kecewa) kuajak temen2 kost makan siang bareng. Kan yang penting ngumpul begitu bukan???.

Hasilnyaa??? !!!. Subhanalloh, entah kenapa setelah kucampur nasi putih anget dengan sambel kepedesan, sayur ke-asem-an, and ayam goreng ke-asin-an, Ya Alloh rasanya…menurutku…SEMPURNA!!. Enaaaaak banget. Sampe2 tiap satu suapan kuucapkan Enak Kerina, Mantap Kerina (Kerina=banget/sangat menurut Bahasa Batak Karo), ato dzikir2 Subhanalloh, etc, saking enaknya (maaf ya yang nggak bisa ngerasain). Belum lagi ditambah krupuk and es sirup sarang burung-nya Indri, Ya Alloh Subhanalloh Alhamdulillah Allahu Akbar dah pokoknya.

…Mungkin itu hal yang biasa, tapi bagiku itu menyadarkanku akan sesuatu. Betapa selama ini kita memaksakan diri sendiri ato orang lain menjadi sesuatu yang lain, dan lupa bahwa masing-masing telah dikodratkan sesuai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kesempurnaan (dibawah kesempurnaan mutlak milik Alloh maksudnya) hanya bisa diraih melalui kebersamaan, sinergi, koordinasi antara masing-masing bagian, masing-masing pribadi sesuai kemampuan masing-masing. Mustahil sebuah gol yang indah lahir dari seorang striker, dia adalah hasil proses panjang yang mungkin berawal dari penjaga gawang sekalipun.

Setiap orang diciptakan unik, dengan kemampuan yang berbeda. Yang perlu dilakukan hanyalah menjadi maksimal dengan kemampuan masing-masing tersebut, dengan tentunya berharap hanya pada Sang Koordinator Utama yaitu Alloh SWT. Hikmah dari sayur ke-asem-an, boleh juga bukan?? Hihihi

(thanx to ulpha yang jadi my first ear about this philosophy)

PARA PELEMBUT HATI (PPH)

December 3rd, 2007 by teeweeq

Diilhami sebuah sinetron yang menurutku masih ‘layak’ untuk dinikmati dan ditonton di bulan Ramadhan lalu, Para Pencari Tuhan (PPT), kutuliskan blog ini bagi Para Pelembut Hati (PPH) yang kujumpai Sabtu ini. Hati yang kumaksud disini tentu saja Hatiku sendiri, sebab aku tidak tahu sama sekali bagaimana hati-hati milik orang lain saat melihat makhluk-makhluk indah nan rawan itu. Ya…mereka adalah para penghuni panti asuhan Cipayung (sori lupa nama lengkapnya).

Bagaimana tidak melembutkan hati, mereka makhluk-mahkluk Alloh nan rupawan yang polos belum mengenal dosa, yang memancarkan keluguan, yang seharusnya hidup berlimpahkan cinta dan kasih sayang….ternyata harus hidup pertama membuka dunia menghadapi kejamnya manusia. Mereka harus menerima kenyataan bahwa mereka ditolak oleh ayah ibu yang ‘menyebabkan’ mereka hadir ke dunia. Sungguh tragis….!!

Kenapa akhirnya kusebut Pelembut Hati, ..betapa tidak. Sekecil itu..selugu itu…Semalang itu… Sangat kontras dengan kondisi dan keadaan kita (paling tidak diriku). Aku lahir dalam keluarga yang lengkap ada ayah dan ibu, kondisi serba kecukupan baik keuangan, kasih sayang, dan iman. Rasanya aku menjadi manusia yang memalukan, jika masih mengeluh soal uang gaji yang kurang padahal di saat yang sama aku masih dapat makan; masih mengeluh soal kesendirian jika masih punya teman, sodara, dan ayah-bunda yang siap memberikan ketulusan cinta; masih mengeluh soal kost yang mahal dan tidak elegan, jika masih punya tempat berteduh dari hujan dan panas yang penuh kedamaian; dan masih protes akan kebodohan jika pendidikan baik formal apalagi yang formal sudah dicecoki gratis tanpa pamrih dari orangtua.

Melihat mereka membuatku jauuuuuuuuuuuuuh sangat beruntung, dan bangkit kembali.

Ada

kekuatan berlebih saat kita berada di antara kaum yang lemah. Masih kuingat panggilan itu saat pertama kali kubuka pintu, ada seorang anak yang memanggilku lirih namun sangat jelas ditelingaku …”Mama??”…Sontak aku menoleh ke sahabatku sambil menatap tak percaya…”Aku dipanggil Mama??!!”…rasa haru, bahagia dan sekaligus sedih menyeruak ke sanubariku. Kudekati sumber suara itu, dia salah satu penghuni panti, balita perempuan yang terlahir dengan kondisi kurang gizi, hingga di usianya yang lebih dari 2 tahun itu belum juga sanggup berdiri. MasyaAlloh!!

Tak kurang dari umur kita, langkah-langkah hasil pemberian makanan penuh gizi dan lezat dari orang tua, dilangkahkan ke tempat-tempat maksiat, digunakan untuk melarikan diri dari masalah. Memalukan !!….

Mengenal dan berdekatan dengan mereka lebih meremukkan hati lagi. Wajah-wajah manis itu, dengan berbagai kondisi, dan juga beragam ras dari penampakan fisik mereka ternyata menyimpan berbagai kisah sedih. Bukan bermaksud su’udzon, hanya ingin mengambil hikmah.

Ada

dari mereka yang ditemukan di pinggir jalan, digeletakkan begitu saja oleh orang tuanya (Astaghfirullah), ada yang diserahkan dengan kesadaran sang ibu, yang dimana sang ibu adalah seorang pelacur (menurut kesaksian pengasuh ayahnya adalah Pak “Bram” alias Brame-rame). Mengenaskan lagi menurut pengasuh panti, sang ibu langsung ‘praktek’ lagi begitu dia menyerahkan anaknya (ini manusia ato bukan siih!!), namun ada juga yang sebentar lagi akan diambil kembali orang tuanya, karena dulu sengaja dititipkan dengan alasan ekonomi (Alhamdulillah).

“Sungguh indah Alloh menjadikan apapun yang ada di atas buminya ini penuh keindahan, meskipun di balik duri, meski harus mendaki tebing yang tinggi. Semuanya penuh makna. Jadikan aku sebagai orang yang pandai memaknai semua pelajaran yang terhampar di bumiMu ya Alloh, dan jadikan aku sebagai orang yang pandai mensyukuri semua nikmat yang Kau berikan. Dan tidak segan membagi cinta yang begitu berlimpah Kau turunkan untukku…hambaMu yang hina ini”.

(Terimakasih untuk sahabatku tercinta, mbak sofi dan mbak rika atas ajakannya dalam fastabikhul khairaat, semoga Alloh melimpahkan ridhaNya selalu atas kalian berdua. Amien)

Kekuasaan, BASI, & Seorang Wanita

November 27th, 2007 by teeweeq

Judul itu adalah representasi dari ketidakpuasan akan keadaan di lingkungan sekitarku yang akhir-akhir ini membuatku gerah, lelah, dan perih. Yang lebih parahnya ternyata lingkungan sekitarku  adalah bagian dari para pemimpin negeri ini.

Basi!!..ya basi. Kata-kata itu yang senantiasa tertulis di benakku sekali lagi ..akhir-akhir ini. Jika tubuh manusia bakal ‘tewas’ pelan-pelan karena makan racun akibat makanan basi..ya mungkin itu yang sedang kurasakan saat ini. MUNTAH!!..AKU MUAK!!..gejala keracunan akibat tindakan-tindakan basi mulai menyebar dan akhirnya membuatku pelan-pelan lemas..mati tak berdaya.

Apa yang seharusnya menjadi kebijakan pimpinan?? Bukankah seseorang harusnya membuat kebijakan yang bisa dilaksanakan, sebenar-benarnya DILAKSANAKAN??!! Apa arti BIJAK, jika tidak bisa dirasa apalagi dilaksanakan. Apa yang seharusnya dilaksanakan harus disampaikan dalam bentuk kalimat NYATA, dan bukan WACANA. Dan bukankah sudah tidak jamannya lagi dan memang tidak boleh pernah ada yang namanya WACANA belaka untuk sebuah ..(sekali lagi) KEBIJAKAN??

Ataukah sebuah kebijakan hanyalah sebatas bacaan. Darimana seorang membuat kebijakan?? Dari hasil imajinasinya lalu berharap orang lain mengerti tanpa pernah dia mengucapkan sepatah kata pun, apalagi menengok, lalu berharap..ups..bukan..menyuruh orang lain mewujudkan imajinasinya itu??!! WHAT A…!!!

Bayangkan orang yang disuruh itu..imajinasi pula yang harus dilakukannya..imajinasi pula yang didapatkan oleh orang yang dituju. Tanpa HATI tanpa SOUL..hanya akan jadi secarik laporan di atas kertas. Lalu bagaimana hendak kita membuat perjanjian dengan alam ini?? Lewat perjanjian dengan sejumlah besar pengacara begitu?? Padahal yang diketahui alam ini bukanlah begitu.

Kau menanam sebatang pohon, kau menumbuhkannya, maka sejuta yang akan diberikannya.. Kau tebang sebatang pohon, alam masih memaafkanmu, meski menangis masih akan dijaganya mu dari gerusan banjir, meski dengan sisa akar terakhir. Maka ketika gerusan banjir bandang akhirnya datang membawa sisa-sisa akar sekarat itu, alam menangis meminta maaf tak bisa menjagamu, dan KAU MASIH MENYALAHKANNYA !! ….BIADAB!!!

…….

…….

Kemarahanku saat ini, hanya bisa disembuhkan dengan obat mata yang turun menetes memadamkan bara api dalam hatiku. Setiap pagi..setiap kali aku harus bersiap memakan ‘makanan’ BASI !!. Kulihat seorang wanita berkerudung, tanpa make up, tanpa KEPALSUAN, berkulit sawo matang, sederhana, bahkan kulihat beberapa kali dia memakai pakaian yang sama, yang lalu membuatku berpikir, untuk memakan makanan BASI aku harus berganti baju tiap hari. BAH !!

Entah kenapa, dia lah, wanita itu, penjaja makanan ringan di depan sebuh gedung yang dengan senyum tak terungkap itu menjadi semangatku. Dia seperti setetes embun memadamkan amarahku, menyejukkan kalbuku, membuatku bersyukur..aku masih hidup, masih diberi kesempatan menikmati harum kebusukan, daripada mereka yang sudah mati indera-nya.

Siapapun engkau wanita…semoga aku bisa mencontoh semangatmu..ketulusanmu..SEMOGA.

Jika tidak..mungkin aku harus menjadi pelanggan Penjual Senyum Palsu. PELANGGAN..bukan hanya PEMBELI. Aku perlu senyum palsu karena aku sudah mati rasa, aku perlu memasang senyum palsu. Lalu senyum palsu itu akan kurobek2, dan berarti aku harus membelinya lagi..lagi dan lagi. Sebab aku sudah lelah, keracunan, untuk tersenyum palsu. Bahkan yang kulakukan sekarang adalah tertawa tanpa henti..tanpa henti…dengan derai airmata agar tidak perlu kuteriakkaan BAASSSSIIIIIIIIIIIIIIIIII.

"Yaa Allah! Tanamkanlah dalam diniku kecintaan kepada
perbuatan baik, dan tanamkanlah dalam diniku kebencian
terhadap kemaksiatan dan kefasikan. Jauhkanlah dariku
kemurkaan-MU dan api neraka dengan pertolongan- MU,
Wahai Penolong orang-orang yang meminta pertolongan".

Hari ke 6 Dalam Kerinduan

November 5th, 2007 by teeweeq

Kemarin.. ku lihat awan membentuk wajahmu
desau angin meniupkan namamu, tubuhku terpaku
Semalam.. bulan sabit melengkungkan senyummu
Tabur bintang serupa kilau auramu
aku pun sadari.. ‘ku segra berlari..

Reff:
Cepat pulang.. cepat kembali, jangan pergi lagi
firasatku ingin kau ‘tuk
cepat pulang cepat kembali, jangan pergi lagi

Akhirnya.. bagai sungai yang mendamba samudera
ku tahu pasti kemana kan ‘ku bermuara, smoga ada waktu Sayangku.. ‘ku percaya alam pun berbahasa
ada makna di balik semua pertanda
Firasat ini, rasa rindukah ataukah tanda bahaya
aku tak peduli.. ‘ku terus berlari

Back to Reff…

Dan lihatlah sayang, hujan turun membasahi, seolah ‘ku berair mata..

Reff2:
Cepat pulang.. cepat kembali, jangan pergi lagi
firasatku ingin kau ‘tuk
Cepat pulang cepat kembali, jangan pergi lagi
firasatku ingin kau ‘tuk
Cepat pulang…. pulang…. hoooww

aku pun sadari.. engkaulah firasat hati…

                                                               Marcell "Firasat"

DIAM-DIAM ..DiaM

September 7th, 2007 by teeweeq

Harus kusampaikan pada siapa rindu ini

Saat lidah kelu

Kering karena kesombongan diri

Takut mencinta dan dicinta

Karena takut membenci dan kecewa

Aku mengerti ya Alloh

Saat tangan keras berusaha

Namun takdirMu tak berbicara

Hingga berdarah usaha tercurah

Tak kan sampai kata terucap

Apalagi rindu sayang didekap

Namun tetap kan kumohon ampun

Karena sulit untuk menjadi sempurna

Sempurna mengerti mengapa

Mengapa diri ini begitu sempurna

Sempurna dalam salah dan dosa

Salah karena berharap bertindak

Sedang bertindak pun tak juga beranjak

Hanya beranjak pada keresahan

Keresahan pada kerinduan

Kerinduan yang akhirnya jadi kemarahan

Marah karena hanya mampu diam

Diam..

Diam..

Semesta selalu diam

Selama ini demikian

Karena dalam sunyi dinyanyikannya

Keindahan, lagu-lagu sayang

Diam..

Jika aku yang diam

Karena tak bisa kulagukan  sayang

Terpendam..

Dalam-dalam

Jauh, jatuh terperosok ke jurang kesombongan

Di senja benakku

Kutitipkan sesal yang belum berakhir ini

Kan kubawa entah sampai kapan

Entah sampai dimana

Mungkin hingga akhirnya

Ada yang lain

Meski bukan dirimu

Toh kau tidak peduli juga

Dengan pendar cahaya cinta

Yang kutaburkan saat kau berpaling

Dengan semburat malu merona

Yang hadir saat kau telah berlalu

Apa masih kurang jelas salamku?

Yang kusampaikan lewat jendela

Yang jarang kau sentuh apalagi kau buka

Atau apa masih kurang jelas senyumku ?

Yang kuberikan saat kau tidur lelap di buaian malam

Yang tenang lengang gelap tak berbintang

Pangeranku yang bisu

Dalam diammu..

Diam-diam kau curi hatiku

Kaubawa pergi

Kautinggal sembarang

Terbuang

Tak kembali

Kemana hendak kuambil lagi

Aku wanita pangeranku..

Dalamnya samudera pun tak sedalam hatiku

Rahasia semesta rasa  bisa kupendam lara

Selamanya..

Lebih lama..

Bahkan hingga meregang nyawa

Toh aku juga sudah terbiasa berdarah-darah

Bermalam-malam

Malam berganti siang

Siang menggeser pagi

Hingga senja merebutnya kembali

Malam lagi

Merindu kembali

Lagi dan lagi..

Satu kata yang tak terucap

Untukmu pangeranku yang masih membisu

Membatu..

Izinkan aku untuk lelah

Pasrah..

Lemah..

Aku ingin diam

Izinkan aku juga diam

Diam-diam

Diam…

Sudahlah

Diamlah

Diam…

Mmmmmmmmmmm……

BERAKHIR MESKI BELUM DIMULAI

July 27th, 2007 by teeweeq

Belum berakhir…

Karena belum dimulai..

Kurasa aku baek-baek saja

Meski mulai kurasa tikaman

Menghujam kebahagiaanku

Memeras airmata sendu pilu

Yang makin perih

Sebab disaat yang sama

Senyum harus disunggingkan

Menutupi rembesan darah sekaratnya hatiku

Belum berakhir…

Karena entah kapan dimulai..

Genangan banjir darah luka menganga

Mencekik raga remukkan bahagia

Kutelan kembali darah itu

Meski akhirnya kan kembali menggerus kulitku

Menggoresnya dengan panas menyengat

Melebur bersama hilangnya harapan

Belum dimulai…

Karena tidak ingin mengakhiri

Saat ini semua tertawa

Bahagia..mungkin..ya mungkin

Aku pun demikian

Aku pun tertawa ..mungkin..ya mungkin

Menertawai kebodohanku sendiri

Bahagia ??

Tidak! ..Bukan..tidak mungkin

Aku tertawa agar aku tidak menangis

Belum dimulai

Karena sudah mulai berakhir

Kupikir aku hanya kan jadi piala bergilir

Yang ingin kau menangkan

Tidak, sekali kali tidak

Atau bahkan jadi pengembara yang kau tinggal

Di bawah hujan menggigil kedinginan

Setelah kau beri bekal dan sepotong ucapan selamat malam

Tidak, sekali-kali tidak

Tidak dari mulutku sepotong kata merengek minta belas kasihan

Lebih baik aku jadi bintang merana sendirian di langit kelam

Setidaknya aku tetap bersinar

Belum dimulai..

Karena akhirnya sudah berakhir..

Yang terjadi telah terjadi

Salahku sendiri menaruh cangkir diatas padang pasir

Berharap ada yang kan menuangkan air

Mengharap setetes embun mengalir

Untuk dahagaku yang serasa tiada berakhir

Tidak mungkin menyatukan yang akan memisahkan

Lebih mudah meninggalkan jejak

Dan pergi membawa kenangan

Detik ini ..kuputuskan

Akhir sudah kumulai…

Berakhir..meski belum dimulai

Jadi Pejabat Sehari

June 16th, 2007 by teeweeq

Ha ha ha…he he he…hi hi hi..
Cuma ini ekspresi yang pengen kutumpahkan seketika, sehabis jadi ‘pejabat’ sekejap nggak tanggung-tanggung lho, menggantikan MENTERI PEKERJAAN UMUM!!. Busyeeettt..
Pengen tau kan, begini kira-kira kronologis kejadiannya.. (sori kalo ternyata gak lucu, soalnya bagiku yang mengalaminya langsung sih lucu dan mengenaskan banget)
………..
Ceritanya begini..pagi itu hujan rintik-rintik angin bertiup sepoi-sepoi pak tani mencangkul di sungai, bu tani memasak indomie, anak-anak pak tani mencontek di kelas ups…he he
Ini yang serius neh, pagi itu aku males banget bangun (hemm benernya tiap pagi juga aku males bangun) secara mau liputan pagi2 yang katanya mulai acara jam 8, duuh mana ada di Indonesia ini yg mulai jam segitu dan tepat jam segitu?!!. So dengan membulatkan tekad, akhirnyaaaa kuputuskan buat tidur lagi meski jam sudah menunjukkan pukul 07.40 he he.  Tapi dasar aku anak yg bertanggungjawab, ternyata aku gak bisa tidur lagi, habis kepikiran seeh. So ya udah dengan membulatkan tekad kuambil langkah seribu satu malam buat mandi dan gosok gigi habis itu kutolong ibu membersihkan tempat tidurku :P
Walhasil setengah jam kemudian baru aku siap berangkat, walaaah meski secuek2nya, aku kelabakan juga, masak undangan jam 8 aku baru berangkt jam 1/2 9, wuaaaaaaaah buru2 aku geber ‘Si biru’ motor kesayanganku yang indah berseri mewangi dan ada stiker doraemonnya (gak penting banget ya) mana aku sok tau juga letak hotelnya berdasarkan ingetanku maen2 kesana kemari.
Alhamdulillah, 10 menit kemudian berdasarkan intuisi dan hati nurani yang suci (kweeks!), Alhamdulillah aku berhasil menemukan si hotel di daerah Cempaka Putih (sori demi keamanan negara, dan keamanan komersil coz si hotel nggak bayar aku nama hotel kusembunyikan yah). Yup, tinggal belok dah nyampe deh. Kubelokkan Si Biru puter balik arah ke hotel itu…Yes! Eh..ups oh No!. Ternyata puter baliknya salah ambil..duuuh gimana seeh..ya udah yang penting dah nyampe. So lurus dulu deh ambil belokan dimana kek ntar paling deket. Nah di belokan gang paling dekat aku belok deh.
Walaah, ternyata si gang ini entah berujung dimana koq nggak ada ketemunya lagi seeh perasaan sama hotel tadi, mana udah jam 9 lagi. Makanya jangan suka nyante-nyante deh laen kali. Mana udah gangnya sempit, macet, padet, penuh angkot lagi. Pengen rasanya marah-marah. Daaaaaaaannn…setelah ngepot sana ngepot sini, klakson sana klakson sini, dan lirik sana lirik sini, 15 menit kemudian ketemu lagi deh hotel itu. Duuh coba jadi pejabat, pasti nggak bakal deh susah bin ribet begindang.

Buru aku kejar kaki seribu bin buru-buru ke ruangan yang dimaksud, ngos2an kutanya apa dah mulai, apa pejabat dari Dep.PU dah datang, apa makan siang dah siap eh yang ini nggak sih he he. Alhamdulillah, ternyata belum mulai and pejabat dari kantor juga belum datang. Fiuuuhh, syukurlah !. So aku mojok dulu dah nyiapin peralatan ‘tempur’ buat liputan sekaligus menata kembali nafas yang terserak-serak. 10 menit telah berlalu, koq pejabat kantor belum datang yee, hmm ..aneh!. Bener deh keherananku, soalnya tu para panitia acara ngedeketin aku and nanya, mana pejabat PUnya???. Wah, secara bingung deh aku, ya udah kutelpon kantor and nanya siapa yang bakal datang membuka acara and nomer HPnya. Setelah beberapa kali pencet sana pencet sini, akhirnya ketauan juga siapa yang harusnya datang. Setelah kukonfirmasi ternyata si bapak mendadak gak bisa tapi beliaunya sih bilang kalo dah mendisposisikan pada yang laen, Cuma datangnya baru jam 2 siang.

Kusampein berita itu ke panitia, dan mereka gak bisa terima, soalnya mereka bener2 ngarep bakal ada perwakilan kantor yang membuka acara. Mana dah ada wartawan dari salah satu stasiun televisi lagi, soo mereka semua mohon-mohon ke aku gimana kek caranya biar datang secepatnya, ato kalo nggak aku aja yang ntar membuka secara resmi caranya menggantikan pak Menteri, HA??!!, AKU??!!, HE??!! Nggak Salah Tuh??!!, (kalo mengikuti hasrat narsis ku yang menggebu-gebu, pasti deh kubilang Boleh! Hehe).  Waduh, langsung aku kebakaran jilbab (soalnya aku nggak punya jenggot) mana mungkin aku yang membuka bisa-bisa habis acara langsung aku di mutasi ke daerah Fak-fak sono, so dengan tatapan semua orang ke arahku kutelpon lagi deh pejabat itu. Dan saudara-saudara ternyata si bapak tetap nggak bisa, begitu juga pas kukasih nomer telponnya biar mereka ngomong sendiri tetap si bapak nggak bisa. Walaah, segera aku usulin ke mereka biar mbuka acara dari pihak mereka sendiri. Alhamdulillah, mau juga mereka,fiiiuuuuuhhhhhhhhhh.

Akhirnya semua tamu dipersilahkan masuk ruangan, lega deh gue. Aku juga segera masuk setelah semua pada masuk, segera kuambil posisi di belakang as usual biar enak ambil foto and segala kegiatan liputan laen. Eittss ternyata ada ibu-ibu panitia yang ngehadang aku trus aku dipersilahkan duduk di depan di kursi kehormatan,wah kutolak aja, tapi mereka kekeuh banget, waduh aku dah gak enak nolak, ya udah deh kuambil langkah tenggap maaajuuuudddjaaalaann!!. Besss…sukses dah kesialan ku hari ini, aku dipajang di depan di kursi kehormatan di depan semua orang sendirian!! Padahal biasanya itu kursi buat menteri dan ato pejabat tinggi laennya. Busyeett dah!! Aku langsung bingung pasang posisi apa, baeknya tas di bawah, apa di atas, apa baeknya kaki di atas apa di bawah ya he he. Trus gimana lagi caranya foto-foto ntar.

Belum selesai bingungku, aku dah kaget lagi soalnya dalam pengantar pembukaan yang dibacakan MC disebutin “Kepada Yang Terhormat Ibu dari Departemen PU”…HE?? HA?? Apa nggak salah tu telingaku ??. Sejak kapan aku disebutin, pake terhormat lagi, ha ha ha. Ternyata rangkaian kejadian aneh bin konyol belum selesai ampe disitu, soalnya habis itu pas giliran sambutan dari Ketua Penyelenggara, dia sebutin soal pejabat pemerintah yang nggak menepati janji, yang perlu begini dan begitu, yang dikritik ini dan itu, yang dimana dan gimana secara aku satu-satunya yang dianggap wakil pemerintah waktu itu, soooo sukses dah mata-mata yang mencaci tertuju ke arahku! Aaaaarrrghhhh!!!.

Ya udah deh, sabar-sabar bentar lagi juga acara pembukaan selesai, habis itu juga aku bisa ngaciiiirrr. Eh tapiiiiiiii, koq MC bilang acaranya langsung dilanjutin ke sidang pleno. Waduh!!. Gimana neh, bisa-bisa aku jadi patung manis yang pernah ada di muka bumi ini. Ya udah deh cuek aja aku berdiri and ngeloyor pergi. Eitss..ternyata aku lupa masih jadi tamu kehormatan di depan. Soalnya si bapak di depan yang memimpin sidang pleno, langsung ngomong :”Loh, bu tiwi mau kemana, jangan pulang dulu “ di depan microphone yang langsung diikuti tatapan orang-orang seruangan. Ehem..aku yang bingung tapi dah gak tahan pengen ngacir, Cuma bisa nyengir sambil bilang :”maaf, saya kembali ke kantor dulu”, sambil kakiku bergeser sejengkal demi sejengkal. Daan..berhasil!!. Meski orang itu masih memanggil dengan kerasnya, sebodo’ amat dah aku buru-buru keluar. Ada sih panitia yang nyusul nanyain apa ntar balik lagi, aku bilang InsyaAlloh padahal za ampyun, kagak bakal dah!.

He he he itu dia pengalamanku jadi pejabat sehari, kalo bukan bagiannya ya nggak dapet deh gayanya ;P

NB : thanks to my bro for being my ears and recycle bin, listened to this weird story

Anak Kost Sayang Anak Kost Malang

May 25th, 2007 by teeweeq

                                        Dalam kisah : “Air Mata di Hari Bahagia”

Ini adalah kisah yang agak serius dan mungkin mengharukan bagi anak kost E15. Karena ‘akhirnya’ ada yg pecah telur jadi pengantin disunting Sang Pangeran Tampan dibawa ke dunia impian berbatas harapan dan berujung kebahagiaan… Ya..dia adalah mb lisa, tokoh ibu peri di drama kehidupan E15 yang telah mengakhiri ehem masa perawan dipersunting mas budi kemaren tanggal 20 Mei hari Ahad. Bagi anak-anak E15 ‘kepergian’ mb lisa yang selalu bisa jadi penengah dan paling cool kalo anak-anak dah pada muncul setannya ini, merupakan kebahagiaan dan sekaligus kesedihan karena harus berpisah dengannya.

Tapi life must go on kan, gak mungkin mb lisa ngurusin anak2 gokil E15 dan membiarkan mas budi lama-lama jatuh cinta ma monyet di kaki gunung Ceremai* sono gara-gara tiap kangen mb lisa yg terlihat Cuma menara pemancar kalo nggak ya itu tadi si monyet. “Tapi kaaaaaaaannnnn !!! “..(cool lagi mode on) ehem ehem…Plus ditambah dah hampir 2 minggu kemaren mb lisa bagai uji nyali tidur di kamar sendiri. Mengingat pengalaman ‘mistis’ yang dia alami, akibat jadi saksi mata bapak penjual nasi uduk belakang rumah di saat terakhir sebelum beliau meregang nyawa (Innalillahi wa inna raaji’uun).

Masalahnya mb lisa yang benernya bukan tipe cemen* sebangsa Sru, Ipit, ato Esti ini (jangan ngambek ya guys he he) merasa terbayang-bayang sama bapak nasi uduk. Karena pernah memiliki kenangan bersama yang terlalu manis untuk dilupakan…. Ceritanya begini, saat itu, saat anak kost kegirangan karena bakal dimasakin ikan mas arsik khas medan sama mama-nya sara si anak batak,  (secara anak kost jarang makan makanan luar daerah apalagi yang spesial..paling pol juga makan makanan luar gang), ternyata kebahagiaan itu harus tertunda karena gak ada panci yang pas buat masak ikan mas arsik. Ya gimana ada, selama ini masakan paling banyak ya bikin mie instans 3 bungkus dimakan rame2 di tupper ware.

Nah, mb lisa inget penjual nasi uduk belakang kost yg notabene pasti masak gak dikit donks, ya udah kita buru2 minjem ke bapak itu. Karena si bapak baek so kita dipinjemin, Alhamdulillah si ikan mas arsik jadi juga deeh (enak banget kalo inget masih ngiler neh). Hanya saja karena kita pada keasikan menikmati masakan ampe hampir lupa balikin, so sorenya si bapak ngetok-ngetok pintu manggil-manggil mb lisa, kira-kira begini : “mbak..mbak mau ambil pancinya, buat masak bakal jualan besok”.

Naah, sejak saat itu mb lisa selalu terbayang-bayang dan terngiang-ngiang, takut-takut kalo tiba-tiba di jendelanya ada ketokan dari itu bapak and masih nagih “mbaak pancinya mbaak”, he he he. O iya yang bikin seminggu nomaden pindah-pindah, selain ‘bayangan seram’ yang jadi ancaman, mb lisa juga mengalami tekanan yg laen. Secara, dia bisa aja tidur diatas kasur milik bersama di depan tivi. Cuma karena itu kasur dah jadi ‘singgasananya’ tiwi maka secara otomatis sulit untuk digeser. Pertimbangannya mungkin daripada harus jadi sasaran gratis smackdownnya makhluk satu itu, mendingan mb lisa nomaden aja deh he he.

Sebelum cerita pada hari H yang bahagia itu, sebaiknya mari kita simak bersama kisah detik-detik ‘kepergian’ mb lisa dari pondok E15.

19 Mei 2007; ± 07.30 WIB
“Wii, pinjem tikarnya yaa??, mau luluran neh”. Itu adalah kesibukan mb lisa satu hari  menjelang hari pernikahan. Ya biasalah cewek, ribet ini itu. Ya luluran lah, ya gosok ini itu lah. Capek deuh. “Yaa mbak, ambil aja, lemari kalo perlu ambil juga mbak, siapa tau daki-nya banyak butuh disimpen, hi hi hi” , kata tiwi.

19 Mei 2007; ± 08.30 WIB
“Loh, tiwi kenapa koq tiduran di kamar??, sakit ya”, kata mb lisa. “Iya mbak, aku tiba-tiba mencret, tadi juga dah kerokan ma  esty”. ……….

19 Mei 2007; ± 08.40 WIB
“Ini minum, ayo biar cepet sembuh”.  Ya Alloh mbak, kalo inget ini aku masih sering terharu. Dalam saat-saat yang pasti kamu sibuk, masih sempet2nya bikinin aku teh pahit. Malah masih sempet juga suruh si esty bikin bubur, meski esty cengar-cengir aja pas ke atas bawa semangkok bubur setengah jam kemudian, soalnya bubur itu emang buat dia sendiri, hehehe.

19 Mei 2007; ± 17.00 WIB
“Anak-anak semua..mb lisa pergi dulu yaa, doain yaa”, mb lisa pamit menuju rumah calon mertua. “ Ya mbaak, daag, semoga sukses”. Itulah saat terakhir mb lisa berada di E15 sebagai seorang gadis (loh? Apa maksudnya ya he he). Hiks..selamat menempuh hidup baru mbak.

19 Mei 2007; ± 22.00 WIB
‘Kriiinggg!!’. Tiba-tiba HP Esia punya si Esty berbunyi. “Halloo, maamee, ada apaan neh??”, tiba2 esty teriak soalnya mb lisa telpon malem2. And ternyata mang mb lisa tidak bisa tidur sama sekali malam itu. Ya iyalah!!

20 Mei 2007; ± 09.10 WIB
Sesuai dengan kesepakatan bersama, rombongan anak E15 berangkat bareng naik taksi ke tempat mb lisa dikawal sama tiwi yg di depan naek motor. Soalnya kebetulan si tiwi ini juga yg dah tau tempatnya. Eitt, Cuma setelah belok beberapa kali and jalan koq malah bukan nemu janur tapi ketemu sama pasar ya. Secara seingat tiwi nggak ada tuh dulu ke tempat mb lisa pake ketemu pasar segala. Duh, mampus ni, mana pasarnya sempit lagi. And bener dah jalannya salah, setelah tiwi nanya ma bapak2 disitu kalo harus puter balik.

Walhasil si taksi harus puter balik di gang yang dah sempit, bau, becek, and rame sembari diiringi tatapan penuh cacian dari orang-orang. Duh lama ni, bisa-bisa gak bisa liat akadnya mb lisa. So tiwi and widi* yang naek motor mutusin duluan aja sambil nyari alamat. ‘Ngeeeengggg…ciiiiiiiiiiitttttttt’, duh koq tetep gak ketemu ya. Ya udah deh, daripada tersesat, mendingan telpon aja. Akhirnya kita putusin telpon si esty, soalnya esty and ipit dah duluan, secara mereka didaulat jadi panitia bagian penjaga makanan.

“Es, kita tersesat neh, gimana donk??”, kata tiwi. “Waah ya bentar..maamee ni mb tiwi nanya alamat”, kata esty. Loh, koq malah dikasih ke mb lisa ya???. “Wiik, gimana dah sampe mana, kayak kemaren itu”, kata mb lisa. “ Waah, gak ketemu mbak gimana donk”, kata tiwi. “ Ya bentar, mas, mas budi ni tiwi nih”, kata mb lisa. Loh, ini juga koq malah dikasih ke mas budi ya????????. “Wik, gimana….oooo disitu, ya dah pokoke bla bla bla”, kata mas budi.

Hmmm, bener2 dah, menjelang detik2 akad nikah masih juga digangguin anak2 kost neh. Akhirnya setelah tiwi mengerahkan kemampuan detektif ‘conon’, pembalap ‘valentino tiwi’, pesulap ‘tiwi cobuzier’, si umbul-umbul keliatan juga. Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga. Sekarang tinggal menjemput rombongan ‘taksi sial’. So tiwi akhirnya balik ke pasar menjemput rombongan taksi…Walaah, ternyata si taksi dan isinya dah raib entah kemana. Kemana ya??. Setelah ditelpon ternyata mereka dah berada di jalan antah berantah yg tiwi juga gak tau. So, diputuskan tiwi duluan aja, daripada tak ada satupun anak kost yg hadir di akad.

20 Mei 2007; ± 09.30 WIB
Setelah ngos2an and mengalami kelunturan make up gara-gara keringatan di balik helm and jaket yg gak ada ACnya (ya iyalah), akhirnya sampe di tempat akad dan resepsi. Alhamdulillah kami tepat waktu pas acara akad baru mau dimulai. Dan 10 menit kemudian rombongan ‘taksi sesat’ nyampe juga, hehehe, dibarengi sama omelan anak2 yg disesatkan didalamnya.

Subhanalloh, hati2 kami tergetar karena ternyata pembaca Qur’an untuk acara akad nikah ini adalah mb lisa sendiri dengan pembaca artinya adalah mas budi sendiri. Entah kenapa embun-embun sejuk mulai melingkupi hati-hati kami. Saat-saat ijab Kabul semakin mendekat..dan kami semakin terharu..saat mb lisa mulai mengucap dua Kalimat Syahadat dengan terbata-bata diantara isak yang tertahan. Aku dan teman2 juga mulai merasakan kristal-kristal bening menggenang di pelupuk mata kami.

Kemudian saat kakak kandung mb lisa sebagai wali mengucapkan doa sembari diiringi isak tangis, air mata dan isakan tak sanggup kutahan lagi. Justu aku yg terisak-isak duluan, sampe-sampe mb watil di depanku menoleh kaget. Mungkin mikirnya, biasanya ni anak paling jaim, tangguh di segala medan, bandel, dan tahan lama (motor kalee’), eeh tiba-tiba nangis duluan. Bodo’ ah mikirku mumpung bisa nangis!!. Soalnya terharu, senang, sedih, laper, mules, mencret, and mupeng dalam waktu bersamaan, hehehe.

Alhamdulillah, ijab Kabul berjalan lancar, mas budi sudah mantap sehingga dimudahkan Alloh SWT saat mengucap ijab Kabul. Sudah syah InsyaAlloh mereka jadi suami istri hihihi, cenengnyaa. “Baarakallahu laka wabaraka ‘alaiyka wa jama’a baiynakuma fii khoir”. Amieen.

Saat-saat kemudian adalah saatnya menikmati makanan, yang kalo satu ini pasti anak kost ahlinya!!. Dipikir-pikir benernya anak E15 jadi keluarganya mb lisa, soalnya yg datang akad nikah rata-rata keluarga dekat, yaa kecuali anak-anak kost ini. Selain ngerecokin makanan, satu lagi kegiatan anak kost di sini adalah narsis-narsisan foto. Sampe tukang foto aja tau and disuruh bergaya foto sana sini termasuk direkam satu-satu kasih testimonial (berasa kayak friendster aja). … O iya benernya tiwi pengen nyumbang lagu, soalnya kebetulan ada organ tunggal disana. Cuman takut, ntar lagu Kegagalan Cinta yg pengen dia bawakan tiba2 diubah sama orang2 yang denger jadi Kegagalan Suara, he he he.

Mb lisa, selamat berbahagia..selamanya kau akan jadi keluarga E15. Menjadi bagian saat-saat kita menangis mentertawai kejamnya dunia dan tertawa menangisi indahnya cinta. LOVE U FROM THE BOTTOM OF OUR HEART.

KET
*= mas budi kerja di trans 7 di bagian pemancar cirebon sono kayaknya
*= cemen menurutku bisa diartikan sebagai penakut, payah deh gitu
*= widi itu temen kuliahku yang sering maen ke E15

Kadang Harus Ditegur

April 4th, 2007 by teeweeq

Nggak kusangka aku bakal melihat kejadian kemanusiaan yang menggetarkan hati dan membuat dengkulku lemes. Kejadiannya waktu aku pulang ke kost. Waktu itu aku masih ngelamun-ngelamun kucing lah (ya anggap aja kayak mandi-mandi kucing, tidur-tidur ayam, dst). Apalagi Jakarta dah malam, jalanan lumayan lengang, MP3 yang kudengerin juga lagi muter lagu ‘milk toast and honey’-nya roxette, yang iramanya enak banget, mengiringi perjalanan diatas sepeda motor 125 cc ku yang setia (halah!).

Tak terasa, perjalananku menuju kost dah hampir berakhir, secara..dah mau nyampe. Tinggal belok aja lewat jalan kecil alias gang salemba bluntas sebelah RS St. Carolus. Sebuah perjalanan yang bisa dibilang diluar kepala, ibaratnya sambil merem juga dah bisa belok sendiri stang motorku. Namun, kali ini berbeda. Pas dah masuk gang salemba bluntas, baru beberapa meter kulihat kerumunan orang sambil teriak-teriak and melihat ke atas. Ada gerangan yaa??

Serta merta kudongakkan kepalaku juga ke arah orang-orang itu melihat. MasyaAlloh, Allahu Akbar, ternyata kulihat kobaran api menjilat-jilat membumbung tinggi ke angkasa diatas sebuah rumah berlantai 3. Saat itu juga kumatikan mesin motorku, kupinggirkan, dan langsung menjadi bagian ‘penonton’ pertunjukkan Sang Maha Kuasa yang menyayat hati itu. Apalagi kulihat juga manusia-manusia yang masih ada di lantai 3 itu menjerit-jerit, bingung, bagaimana menyelamatkan diri, padahal di belakang mereka maut siap kapan saja mengambil nyawa.

Dalam hati hanya bisa kubaca istighfar, dzikir yang bisa kusebut dalam hati yang diiringi dengan merindingnya seluruh tubuhku melihat fenomena itu. Aku kaku, tak bisa berbuat apa-apa. Bersamaan dengan itu kulihat di sekelilingku, manusia-manusia mulai bermunculan dari sudut-sudut ruang, dengan berbagai reaksi. Yang rumahnya berdekatan mulai panik dan menyelamatkan diri, ada yang keliatan hampir menangis sambil menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan, ada yang keluar rumah buru-buru dengan membawa mobil entah kemana, tapi Alhamdulillah ada juga yang sibuk menolong memandu manusia2 yang terjebak di ruang atas atau juga sibuk menelepon pemadam kebakaran.

Dan kemudian…akhirnya kuliat ada 4 orang yang masih terjebak di atas..sementara api di belakang mereka makin membara. Salah seorangnya adalah wanita. Satu orang diantaranya kemudian mengambil inisiatif turun lewat pipa penampungan air, model merosot gitu kayak pemadam kebakaran di tivi2. Alhamdulillah berhasil, orang ini mendarat di atap lantai 1 di bawahnya. Tapi..bagaimana dengan si wanita ini? Dia kulihat tak bisa lagi menahan tangis karena takut. Ya Alloh..andaikan aku bisa terbang, ingin kutolong dia, kuambil, kubawa kebawah, ke atas tanah yang aman, kutenangkan. Tapi hanya diam yang bisa kulakukan..

Namun..Alhamdulillah..dengan dorongan orang2 dibawah..akhirnya meski dengan takut2, wanita ini berhasil juga ‘merosot’ mengikuti jejak laki2 yang pertama tadi. Aku lega..Subhanalloh. Baru kemudian aku sadar kalo aku sedang bawa kamera. Sambil merasakan perasaan campur aduk, kucoba mengambil gambar kejadian luar biasa tersebut. Tapi..masak sih aku tak bisa berbuat sesuatu pun..akhirnya kutanya sama bapak2 yang tadi kulihat habis menelepon pemadam kebakaran. “Pak, apa perlu saya jemput mobil kebakarannya biar cepet??”. Dan ternyata dia menyambut baik tawaran itu. Akhirnya kunyalakan kembali motorku, meski dalam hati aku ragu apa aku mampu??

Tapi keraguan itu terhapus, tak sampai beberapa jauh kubawa motorku secepat mungkin menuju kantor pemadam kebakaran terdekat, aku berpapasan dengan mobil pemadam kebakaran yang juga sedang mencoba berpacu melawan waktu menuju rumah yang sedang dilalap si jago merah. Alhamdulillah..aku lega. Akhirnya kuputuskan menuju kost, meletakkan tas dahulu, dan mengambil baterai kamera…..Sesampai di kost, buru2 kuletakkan tas dan kuberitaukan pada ‘keluarga E15’ kalo ada kebakaran. Langsung mereka kaget.

Akhirnya bersama esty, aku kembali ke tempat kejadian. Sesampai disana, ternyata suasana dah semakin ramai, dan jalan ditutup. Polisi, pemadam kebakaran, dan masyarakat sudah tumpah ruah di jalanan. Namun rasa ingin tauku tak terbendung. Kucoba mencari cara lain menuju ke tempat tersebut kembali. Beberapa saat kemudian aku berhasil sampai kembali ke depan rumah itu. Orang-orang sudah banyak berkumpul. Dan tak jauh dari sana kulihat seseorang tergeletak tak berdaya, mengerang kesakitan. Ternyata dia salah satu korban yang selamat, namun patah tulang. MasyaAlloh..kembali aku merasa tak berdaya..Ingin ku menolongnya..namun melihat dia laki-laki..bukan muhrim..rasanya tak etis.

Syukurku tak henti2 atasMu ya Alloh, sebab kuliat rumah yang membara itu kini sudah kembali tenang, setenang malam di pelukan impian. Tapi semua itu menyimpan tanda, bagi hati-hati yang selama ini terlalu sunyi..sunyi dari nasehat..dari teguran,
Ya kadang harus ditegur, untuk mengingatkan, betapa rapuhnya kita tanpa rengkuhan kasih sayangNya, meski kasih sayang itu kadang harus hadir dalam tamparan menyakitkan, yang menyadarkan diri dari mabuk dunia.

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut, disebabkan karena perbuatan tangan-tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali kejalan yang benar (Surah Ar-Rum, ayat 41). Dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (Surah Al-Qashash, ayat 77);

(untuk diriku..yang sedang sunyi dari iman)

Nb : Tips dari seorang mbak2 yang InsyaAlloh sholihah, yang kusayangi coz Alloh, buat yang terutama nge-kost or tinggal di gedung/rumah berlantai lebih dari 1 dan berada di lokasi padat penduduk yang menyulitkan pemadam kebakaran masuk, lebih baik selalu siaga. Caranya, siapkan senter, kunci rumah, sertifikat, dan uang (dan mukena bagi yang berjilbab), di tempat yang mudah terjangkau. In case kalo terjadi kebakaran. Sebab pernah terjadi satu keluarga tewas terbakar (ditemukan berkumpul berpelukan di kamar mandi), karena tidak bisa keluar dari rumah dengan kata lain terjebak. Namun sekali lagi, mari kita berdoa terhindar dari bencana kepada Alloh SWT Sang Maha Kuasa. Amien.