Anak Kost Sayang, Anak Kost Malang
Dalam Kisah : “Cinta Belalang Lain Ladang”
Pengisi cerita :
Tiwi sebagai tiwi, lisa sebagai mami/mb lisa, fitri sebagai ipit, sri sebagai sru, esty sebagai esty, mb watil sebagai mb watil, dan sara sebagai sara, sertaaaaaaa….SBY!!, masih sebagai presiden koq
Penulis naskah :
Pratiwi
Teknik dan montase :
Kristinawati
Sutradara :
Hadi
Pemirsa..Selamat menik, mati
Chapter 3 ~ Ciluuukkk Baaaa
Alkisah di suatu waktu di musim yang lalu, di sebuah kerajaan entah membantah, di atas awan di bawah kolong jembatan..hiduplah enam orang putri kakak entah beradik ato tidak, yang hidup bahagia sejahtera, bergerak cepat, bertindak tepat, dan bekerja keras. Kerjaan mereka luluran, bedakan, lipstikan, blush-on-an, maen kelerang-an, mencangkul di sawah-an, dan apa saja yang berakhiran –an. Mereka adalah putri ipit merah membara, putri mami ijo royo-royo, putri esty pink najong surajong, putri sru putih nggak sih, putri tiwi sawo kematangan, dan putri watil biru bikin rindu.
Singkat cerita.. karena mereka terlalu cantik maka mereka diusir..hemm..kenapa ya??, mungkin karena bikin boros keuangan kerajaan. Dan diputuskan mereka boleh kembali kekahyangan, kalo mereka berhasil diintip sama seseorang tanpa disengaja. Loh kooooqq?? (udah ini keputusan penulis tidak boleh diganggu gugat!!). Akhirnya, mereka pun turun ke dunia yang fana, wuuussssssss…wup!! Mereka mendarat di sebuah danau nan jernih dan indah, danau itu bernama danau E15. Hemm..danau yang aneh ?? (eh..udah dibilang ya, ini keputusan penulis, gak boleh diganggu gugat, sobek-sobek ntar!!).
Walhasil, mereka bingung, apa donk yang harus dilakukan??. Trus gimana coba dengan syarat yang diajukan pemimpin kayangan. Diintip sih gampang aja, apalagi dengan kecantikan ke enam putri kayangan ini, gak usah disuruh juga yakin deh pemuda-pemuda kampong kayangan sebelah berebut naruh mata di lubang panci buat dimasak!!. (Yaa enggaklah ..buat ngintip tauu!!). Apalagi pemuda-pemuda bumi, wuaahh pasti seneng ruaarr biasa kalo bisa ngintip putri2 kayangan. Biar belekan juga dijabanin deeh.
“Trus, gimanaa donk mbak?? Sru jadi sedih nih, pengen nangis”, kata Sru. “Eh, gak gitu Nuni jangan kuatir Nuni “ Ipit berkata. “ Mbaaakk, Uniii, Esty gak ikutaan yaaa, sabar ya Unii”, Esty tak kalah menimpali. “ He he, apaan sih, ada apa ??” Mb watil menimpali. “Eh, ini gimana sih, masak ngasih syarat kayak begituan, nggak makes sense tau gak, sebel deh, awas ntar kutonjok tu pemimpin kayangan, macam marpesong-pesong tu orang, Bah!” tiwi membalas dengan berapi-api. “Udah-udah, kita pikiran aja gimana caranya, semua coba mikir, trus kita bahas bareng, ya ya” mb lisa akhirnya memberi solusi.
Setelah itu, akhirnya ke enam personil kayangan girls berunding dan mencari solusi bagaimana biar bisa diintip nggak sengaja sama seseorang. Dan after baca-baca buku, dengerin radio, nonton berita tv, chatting, maen game, jogging, hang out, akhirnya mereka memutuskan untuk==== MENYAMAR JADI ANAK KOST. Soalnya, menurut dari data bumi yang mereka dapatkan, ternyata anak kost itu yang paling mengenaskan nasibnya sehingga sering dapet apa-apa yang gak disengaja. Misalnya nih, dapet makanan gak disengaja, soalnya tiap berkunjung ke rumah orang kan ditanyai tu ‘dimana tinggalnya?’ ..pas dijawab ‘saya nge kost’, naah pasti tu langsung dibawain makanan. Ato juga kalo kenalan sama orang di jalan ditanyai ‘dimana tinggalnya?’..naah pasti dia bilang ‘boleh donk aku nginep di rumahnya’, naah tu nggak sengaja lagi kan dapet kenalan, he he.
Akhirnya..mereka menyamarlah jadi anak kost. Danau E15 disulap menjadi kost-kost an yang ala kadarnya (ya kadarnya mendekati 24 karat gitu lah), pokoknya kost2an yang pada umumnya, yang kadang mati airnya, mampet WCnya, bocor gentengnya, berserakan sampahnya, cerewet ibu kostnya, berisik suaranya, dan sebagainya dan sebagainya. Mereka yakin, suatu saat nanti mereka akan beruntung diintip gak sengaja karena unsur ke’tidak sengaja’an yang sering menimpa anak kost. Hari-hari yang mereka lalui dihabiskan dengan satu kegiatan kesukaan mereka yaitu LULURAN.
Tik tok..tik tok, tik tok ..tik tok..detik demi detik berlalu hari demi hari berganti..tik tok tik tok, tik tok tik tok..minggu demi minggu berlalu tahun demi tahun berganti..tik tok tik tok, tik tok tik tok..bakso-bakso neng bakso bakso (he he kalo yang ini kang hari yang jualan bakso). Sudah bertahun-tahun mereka jadi anak kost, sekarang lulur mereka dah jadi lumut, apalagi di musim hujan yang lebih besar dari tahun 2002 yang lalu (hemm). Kini mereka tak ubahnya seperti Sunan Kalijaga..cuman..lebih tepatnya namanya Sunan Kostjaga.
Hingga…suatu hari..ketika mereka sedang santai, …”mbaaakkk..mana gentengnya yang bocor??”… HAH!!..tiba2 ada bapak2 masuk tau2 nongol di depan mereka, sontak deh mereka yang kaget berlarian kumpul masuk ke kamar esty yang terdekat. Hening…….lalu mereka berpandangan…ha ha ha..AKHIRNYA!!.
Maka..akhirnya mereka ber enam kembali terbang ke kayangan, hidup bahagia selamanya…….eit eit…sekaligus tiwi berhasil nonjok ketua kayangannya. He he
(Diangkat dari novel karya Marga T= Marga Tiwi dengan judul Ciluuk Baaa, dimana cerita sebenarnya adalah anak kost yang pada pake jilbab, yang pas lagi nggak pake jilbab karena di dalam kost terkejut, soalnya ada bapak2 tukang benerin genteng bocor tau-tau masuk. Sooo pada berlarian deh masuk kamar dengan diiringi tatapan bingung pak tukang yang gak ditanggepin, CIILUUKK BAA ;P )
***Sara kemana seh??****
Chapter 4 ~ Let’s Sick Together
Beginilah nasib anak kost, biasanya apapun dibagi bersama dialami bersama. Tak terkecuali sakit. Satu orang kena virus, yang laen juga kena deh. Hemmm..tersangka utama sakit pertama kali adalah Ipit. Duh ni anak, dia nya sering mojok di kursi dengan bentuk yang mengenaskan. Dieemmm aja, padahal ni anak kan cerewetnya gak keruan. Bentar-bentar biasanya suka nyamber kayak bensin, sekarang tak berdaya bagai telur di ujung penggorengan (apa hubungannya ya??). Dan karena solidaritas anak kost sangat tinggi, yaa kira-kira 3000 meter diatas permukaan laut lah, maka anak kost laen siap untuk berbagi sakit mengurangi beban yang diderita oleh ipit.
Dalam waktu yang tidak terlampau lama, virus, bakteri, kudis, kurap, menular ke anak kost yang laen. Tak tanggung-tanggung satu kampong Paseban mengalami kepanikan luar biasa. Tiba-tiba banyak yang mengalami sakit kepala, demam tinggi, kejang-kejang, mulut berbusa, gatal-gatal sejak ada yang sakit di E15. Bahkan..sakit yang luar biasa ini juga dialami oleh Tiwi yang sempat dinobatkan sebagai yang terkuat di prajab Surabaya mengalahkan kandidat yang laen seperti Ade Rai, Chris John, bahkan Arnold SwasanaZeger (soalnya memang ngapain mereka ikutan prajab coba??).
Tak dapat dihindari, akhirnya korban pun berjatuhan. SBY pun bingung…pikir-pikir apanya apanya aaapanya dong..yang sebelah mana…sebelah mana ya Paseban itu (ha ha ha). Walhasil ..E15 bagaikan barak pengungsian, banyak body-body (yang seksi) bergelimpangan berkumpul di suatu ruangan, beratap langit beralas bumi, makan minum dari hasil sumbangan berupa satu kilo daging sapi cincang dicampurkan dengan lima siung bawang merah, tiga siung bawang putih, 2 ons cabe merah giling, dua sendok makan garam, satu sendok teh merica, dan daun bawang secukupnya. Masukkan semua bumbu yang telah disebutkan ke dalam minyak yang sudah panas, aduk-aduk hingga berbau harum, kemudian masukkan daging dan daun bawang…
ehem ehem maaf pemirsa..jadi ngaco ya..sobek-sobek nanti.. kembali ke yaanggg toooppp
Keadaan yang mampu menguras airmata siapapun yang melihatnya ini, terjadi tanpa mampu dibendung. Bayangkan..keceriaan itu terenggut, tawa ceria tak lagi terdengar, hanya ada penderitaan terpancar dari raut muka memelas karena menahan sakit yang luar biasa. Baju yang compang camping karena dimakan usia, dinding kotor karena jarang di cat, sampah berserakan dimana-mana menodai keindahan E15 yang selama ini asri. Sungguh mengharukan hikss…Karena anak kost saling membantu untuk semua maka sakit yang satu ini juga menjadi tugas bersama untuk mengatasinya. Sebagaimana pemirsa biasanya melihat sinetron, berikut ini soundtrack yang mengiringi kisah sedih di hari minggu karena sakitnya anak-anak kost, disadur dari Lagu Let’s Dance together-nya Teh Melly…ehem ehem tes tes..1 2 3 cek cek ..ambil suara (mbiiiiiiiiilllllllllllllllllllll) eh..ambil suara lagi (raaaaaaaaaaaaaaa)..udah lah, berikut :
Let’s Sick Together
(Rap version)
I U really want me
Sick come on
If U really want me
Sick come on
If U really want me
Get cough wanna be
Uhuk..uhuk..uhuk
Dizzy
Get sneeze wanna be
Haatssyiiiii
Sick come on
Sick sick sick sick
Come on
Let’s sick together get on the cold floor
The pain was start and sleep still like that
Let’s sick together let’s dizzy and turn off the light
Menggigil di ruang yang redup bersuara sangat parau
Aku dan yang lain menikmati kerokan dan berteriak kesakitan
Tak ada guna muncul semua pening di kepala
Lihat DJ memainkan coin kerokan dimulai
Sekali lagi..begitulah nasib anak kost. Memang.. orang pintar…. Minum tolak angin, orang goblok… masuk angin!!. Bila anda peduli..sumbangkan bantuan anda ke rekening pribadi milik penulis, harap hubungi penulis secara pribadi ketik Reg spasi Tiwi spasi Oke kirim ke 0815687kesian kesian. Sms yang anda dapatkan langsung dari HP penulis lhooo, he he.
***Sara kemana seh??****
Chapter 5 ~ Pernikahan Belalang Lain Ladang
Chapter ini, chapter yang cukup serius. Jadi diberi peringatan kepada pembaca sekalian untuk mengelap bibir yang sebelumnya basah oleh air liur yang mungkin terjadi karena kebanyakan ketawa ataupun sekadar nyengir, dan maupun yang marah-marah soalnya kebanyakan protes. Atau juga ambil nafas panjang dan jangan lupa dihembuskan. Jika masih gagal juga untuk menimbulkan suasana serius, hubungi dokter terdekat, minta disuntik tetanus pake suntikan gajah. InsyaAlloh dijamin, bukan Cuma serius, tapi serem banget, mungkin yang nggak kuat jantung bakal terkencing-kencing di celana.
Okee??..Dah siap ya.., mari kita ikuti kisah sekelumit kehidupan yang dialami anak kost yang juga manusia.
Akrab di telinga kita pepatah “Lain Ladang Lain Belalang, Lain Lubuk Lain Pula Ikannya”, yang tak laen menggambarkan kelainan belalang saat di ladang yang liat ikan berenang di lubuk dekat ladang..ehem..maksudnya lain tempat lain-lain budayanya, adat istiadatnya, ya istilah kerennya Bhinneka Tunggal Ika gitu lah. Nah begitu pula dengan kisah berikut yang berlatar belakang keanekaragaman tadi yang mencoba dipersatukan dalam ikatan yang diturunkan Alloh SWT Sang Maha Cinta dalam sebuah ikatan cinta berlandaskan kasih sayang beratapkan keimanan dalam dekapan rindu bernafaskan kesetiaan. Hanya saja..ternyata tidak semulus yang direncanakan, ada saja onak dan duri disana.
Onak dan duri itu bisa dijabarkan dalam petikan wawancara dan forum curhat penulis dengan beberapa personil anak kost, yang nama dan beberapa isi di dalamnya telah melalui beberapa proses peng-edit-an seperlunya demi keamanan narasumber dari gangguan papparazi.
1. Mbak Lisa
Mb lisa ini, seperti yang sudah diceritakan sebelumnya adalah gadis manis keibuan nan manis dari ujung timur Indonesia, Tidore tepatnya. InsyaAlloh dia akan menikah dengan seorang pria jawa. Jauhnya tempat asalnya yang berarti jauh pula dengan keluarganya belum lagi ditambah dengan perbedaan budaya dengan keluarga calon suaminya, membuat semua usaha menjelang hari pernikahan itu penuh perjuangan dan kesabaran. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah mb lisa untuk mencoba melengkapkan setengah Dien-nya dalam usaha tiada henti yang diiringi dengan ikhtiar. Hal ini tentu saja patut diambil contoh untuk siapa saja yang hendak menuju jenjang lebih tinggi ini. Ibaratnya..mereka adalah sepasang belalang dari lain ladang.
Berikut ini petikan pembicaraan penulis di suatu malam dengan mb lisa, ..yang didalam kurung adalah ekspresi penulis;
“Wi, mbak bingung soalnya mb sendiri disini, apalagi tinggal ibu aja soalnya ayah mb lisa sudah meninggal lama, saudara juga Cuma sedikit di Jakarta itu juga sepupu” (sedih)
“Apalagi dengan keadaan yang semua tidak selalu bisa dipenuhi, sementara yang diperlukan tidak sedikit, belum lagi bermacam-macam permintaan ya entah calon mertua ataupun saudara” (hiks.. terharu)
“Tapi mb tak henti-hentinya bersyukur Alhamdulillah, selalu saja ada pertolongan Alloh di saat2 dimana rasanya mb sudah lelah dan bingung mencari jalan keluar kemana” (hiks..hiks..makin sedih..tambah terharu)
“Kayak kemaren, orang-orang yang ‘hanya’ tetangga malah bersedia menyediakan rumahnya untuk tempat pernikahan mbak, bahkan..ada yang nanti bersedia menjadi ‘ibu’ pengganti pas akad nikah kalo memang ibu mbak nggak bisa datang dari Tidore” (hiiikkksssss….tambah sedih neh..mata mulai bening soalnya berkaca-kaca)
“Makanya mbak tetap semangat, soalnya mbak jadi yakin, Alloh SWT akan beserta hambaNya yang bersabar dan terus berjuang. Dan mb juga yakin, dimana saja di bumi Alloh ini semua adalah saudara” (huaaaaaa……seddiihhhh, terharuuuuu).
***Sara kemana seh??****
2. Sru (alias Sri)
Kalo yang ini, ibaratnya adalah sama2 belalang sama2 dari ladang (padang), Cuma yang satu lagi di lubuk (Jakarta). Ya gitu deh, cinta jarak jauh. Yang jadinya sering terjadi kesalahpahaman, kecemburuan social, demonstrasi, interupsi, penggusuran, dan laen-laen. Yaa apalagi si Sru ini tipe sensitive gitu deh, dan ini salah satu petikan wawancaranya eh curhatnya…masih sama, yang di dalam kurung adalah ekspresi penulis :
“Mb tiwi, Sri sebel deh. Masak Bang *** harus pergi sama Ibu itu, padahal kan ibu itu pengen Bang *** jadi menantunya” (He??..trus kenapa ya??)
“Apa Bang *** itu tidak mikirin perasaan Sri, apalagi kan bisa aja Bang *** pergi ke kota sendiri tanpa perlu sama ibu itu” (Garuk-garuk kepala…gatel!!)
“Sri kan sebel, jadi bingung, perasaan Sri bawaannya tertekan terus perasaannya kalo begini, jadi pengen nangis..hiks..hikss” (Duuuhhh nggak ngerti deeehhh!! AAARRRGHHH!!! )
3. Ipit
Yang ini sih simple aja..sama juga soal cinta dan permasalahannya..Cuma ..bagi Ipit saat ini berlaku slogan :
“Mb tiwi, buat Ipit sekarang sih mendingan sakit hati daripada sakit gigi, kayak mana ni sakitnya, aduuhhhh, mamaakkk!!”
He he..soalnya si Ipit, setelah flu diikuti sakit gigi berat, ya ibaratnya Habis Flu Terbitlah Sakit Gigi.
4. Esty
Naah kalo yang ini beda lagi, yang ini ..ehmmm..ibarat apa ya?/ Ibarat Belalang pengen kencan ma Ikan ke ladang ato ke lubuk gitu. Cuman si Ikan males sama belalang..nah lo bingung kan. Penulis juga bingung benernya. Soalnya Esty ini lagi dideketin ma cowok yang kenal lewat internet, cuman si Esty nya nggak mau, tapi berhubung ni anak baek banget dia nggak tega nolaknya. Saking sulit bilang nggak mau, pas sang cowok nelpon Esty, kita semua sampe harus bersandiwara, dimana Ipit jadi adiknya Esty dan penulis jadi Ibunya Esty yang digambarkan kaya dan suka arisan gitu deh. So Ipit bilang Esty dan Mama-nya lagi arisan keluarga di Cempaka Putih kawasan elit dan makan malam. Padahal kita di kost sebenarnya lagi makan bareng satu bungkus nasi beserta sayur dan lauk yang itu juga dibawain mbak lisa, di lantai yang dingin (ngenes banget kan).
Berikut petikan pembicaraan penulis dengan Esty…ekpresi penulis ada dalam tanda kurung :
“Mb tiwi, aku mau kencan sama ****, tapi aku nggak sukaaa, trus gimana donk??” (capek deeuhhh!!)
“Mb tiwi, kemaren aku diberi buku, aku nggak sreg, tapi aku nggak tega nolaknya, trus gimana doonkkk??” (jadi gemes neh..bener2 dah)
“Mb tiwi, tadi aku dah pergi ma dia, dia bilang seneng banget, tapi aku tanggepin biasa-biasa aja, ini gimana doonkssssss??” (YAA AMMPUUUNNN)
Jadi terpaksa dah penulis harus bilang :
“ Estyyyyyyyyyyy sayangggggggg, nih denger ya, kalo kamu tu nggak suka sama orangnya, ya jangan kasih harapan kayak gitu. Makin lama kamu nggak tegas, makin kamu nyakitin dia nanti. Udah, jangan lah kamu terusin lagi. Kalo nggak mau ya bilang nggak mau!!. Kalo nggak bisa ngomong, ntar kalo perlu mb tiwi yang ngomong ma dia”.
Jadi setelah penulis ngomong gitu, kayaknya esty terpacu untuk tegas dan bilang tidak sama cowok itu. Meski penulis ragu, apa memang kata-kata penulis menginspirasikan keberanian untuk berkata tidak…atau karena esty merasa harus segera menyuruh si cowok itu pergi demi keselamatannya. Secara..biasanya cowok2 yang sudah didamprat sama penulis, dalam waktu 2 x 24 jam mengalami kejang-kejang dan panas tinggi, yang keesokan paginya mulut berbusa diikuti bentol2 merah di kulit, dan jika tidak segera diobati bisa mengakibatkan kematian…(penulis sebenarnya masih keturunan vampire he he).
***********
“Sara kemana s….. Ya Alloh Sara, kasian kali kau ini nak. Setelah semua sembuh, kenapa pula baru sekarang kau sakit. Ya udah..ayoo kita ke dokter, ….”
—This is the end of episode 2—-
Nb:
Holong do ro hak ku kelen kerina E15 (bener nggak bahasa bataknya??) he he
April 1st, 2007 at 12:49 am
hai..salam knal…
aku temen esti dikampus..
btul banget tuch mba dy cerita gtu ma aku dkampus klo ada cwo yg lg pdkt gtu ma dy…he2..trus aku dsuruh lagi baca blog mbak ktana ada kisah na sama tuch cwo chating…cape deh padahal dy dh cerita gitu….btw mank btul klo esti ngomong harus d sediain mic tuch klo perlu toak..huakaakaakaak
April 2nd, 2007 at 1:08 am
Ha ha ha, lam kenal jg
Pasti kamu jg ‘korban’ suara kecekeknya esty ya?? he he. Met menikmati tulisan2ku ya
And jangan sungkan2 kasih comment. thanks