Archive for April, 2007

Kadang Harus Ditegur

Wednesday, April 4th, 2007

Nggak kusangka aku bakal melihat kejadian kemanusiaan yang menggetarkan hati dan membuat dengkulku lemes. Kejadiannya waktu aku pulang ke kost. Waktu itu aku masih ngelamun-ngelamun kucing lah (ya anggap aja kayak mandi-mandi kucing, tidur-tidur ayam, dst). Apalagi Jakarta dah malam, jalanan lumayan lengang, MP3 yang kudengerin juga lagi muter lagu ‘milk toast and honey’-nya roxette, yang iramanya enak banget, mengiringi perjalanan diatas sepeda motor 125 cc ku yang setia (halah!).

Tak terasa, perjalananku menuju kost dah hampir berakhir, secara..dah mau nyampe. Tinggal belok aja lewat jalan kecil alias gang salemba bluntas sebelah RS St. Carolus. Sebuah perjalanan yang bisa dibilang diluar kepala, ibaratnya sambil merem juga dah bisa belok sendiri stang motorku. Namun, kali ini berbeda. Pas dah masuk gang salemba bluntas, baru beberapa meter kulihat kerumunan orang sambil teriak-teriak and melihat ke atas. Ada gerangan yaa??

Serta merta kudongakkan kepalaku juga ke arah orang-orang itu melihat. MasyaAlloh, Allahu Akbar, ternyata kulihat kobaran api menjilat-jilat membumbung tinggi ke angkasa diatas sebuah rumah berlantai 3. Saat itu juga kumatikan mesin motorku, kupinggirkan, dan langsung menjadi bagian ‘penonton’ pertunjukkan Sang Maha Kuasa yang menyayat hati itu. Apalagi kulihat juga manusia-manusia yang masih ada di lantai 3 itu menjerit-jerit, bingung, bagaimana menyelamatkan diri, padahal di belakang mereka maut siap kapan saja mengambil nyawa.

Dalam hati hanya bisa kubaca istighfar, dzikir yang bisa kusebut dalam hati yang diiringi dengan merindingnya seluruh tubuhku melihat fenomena itu. Aku kaku, tak bisa berbuat apa-apa. Bersamaan dengan itu kulihat di sekelilingku, manusia-manusia mulai bermunculan dari sudut-sudut ruang, dengan berbagai reaksi. Yang rumahnya berdekatan mulai panik dan menyelamatkan diri, ada yang keliatan hampir menangis sambil menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan, ada yang keluar rumah buru-buru dengan membawa mobil entah kemana, tapi Alhamdulillah ada juga yang sibuk menolong memandu manusia2 yang terjebak di ruang atas atau juga sibuk menelepon pemadam kebakaran.

Dan kemudian…akhirnya kuliat ada 4 orang yang masih terjebak di atas..sementara api di belakang mereka makin membara. Salah seorangnya adalah wanita. Satu orang diantaranya kemudian mengambil inisiatif turun lewat pipa penampungan air, model merosot gitu kayak pemadam kebakaran di tivi2. Alhamdulillah berhasil, orang ini mendarat di atap lantai 1 di bawahnya. Tapi..bagaimana dengan si wanita ini? Dia kulihat tak bisa lagi menahan tangis karena takut. Ya Alloh..andaikan aku bisa terbang, ingin kutolong dia, kuambil, kubawa kebawah, ke atas tanah yang aman, kutenangkan. Tapi hanya diam yang bisa kulakukan..

Namun..Alhamdulillah..dengan dorongan orang2 dibawah..akhirnya meski dengan takut2, wanita ini berhasil juga ‘merosot’ mengikuti jejak laki2 yang pertama tadi. Aku lega..Subhanalloh. Baru kemudian aku sadar kalo aku sedang bawa kamera. Sambil merasakan perasaan campur aduk, kucoba mengambil gambar kejadian luar biasa tersebut. Tapi..masak sih aku tak bisa berbuat sesuatu pun..akhirnya kutanya sama bapak2 yang tadi kulihat habis menelepon pemadam kebakaran. “Pak, apa perlu saya jemput mobil kebakarannya biar cepet??”. Dan ternyata dia menyambut baik tawaran itu. Akhirnya kunyalakan kembali motorku, meski dalam hati aku ragu apa aku mampu??

Tapi keraguan itu terhapus, tak sampai beberapa jauh kubawa motorku secepat mungkin menuju kantor pemadam kebakaran terdekat, aku berpapasan dengan mobil pemadam kebakaran yang juga sedang mencoba berpacu melawan waktu menuju rumah yang sedang dilalap si jago merah. Alhamdulillah..aku lega. Akhirnya kuputuskan menuju kost, meletakkan tas dahulu, dan mengambil baterai kamera…..Sesampai di kost, buru2 kuletakkan tas dan kuberitaukan pada ‘keluarga E15’ kalo ada kebakaran. Langsung mereka kaget.

Akhirnya bersama esty, aku kembali ke tempat kejadian. Sesampai disana, ternyata suasana dah semakin ramai, dan jalan ditutup. Polisi, pemadam kebakaran, dan masyarakat sudah tumpah ruah di jalanan. Namun rasa ingin tauku tak terbendung. Kucoba mencari cara lain menuju ke tempat tersebut kembali. Beberapa saat kemudian aku berhasil sampai kembali ke depan rumah itu. Orang-orang sudah banyak berkumpul. Dan tak jauh dari sana kulihat seseorang tergeletak tak berdaya, mengerang kesakitan. Ternyata dia salah satu korban yang selamat, namun patah tulang. MasyaAlloh..kembali aku merasa tak berdaya..Ingin ku menolongnya..namun melihat dia laki-laki..bukan muhrim..rasanya tak etis.

Syukurku tak henti2 atasMu ya Alloh, sebab kuliat rumah yang membara itu kini sudah kembali tenang, setenang malam di pelukan impian. Tapi semua itu menyimpan tanda, bagi hati-hati yang selama ini terlalu sunyi..sunyi dari nasehat..dari teguran,
Ya kadang harus ditegur, untuk mengingatkan, betapa rapuhnya kita tanpa rengkuhan kasih sayangNya, meski kasih sayang itu kadang harus hadir dalam tamparan menyakitkan, yang menyadarkan diri dari mabuk dunia.

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut, disebabkan karena perbuatan tangan-tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali kejalan yang benar (Surah Ar-Rum, ayat 41). Dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (Surah Al-Qashash, ayat 77);

(untuk diriku..yang sedang sunyi dari iman)

Nb : Tips dari seorang mbak2 yang InsyaAlloh sholihah, yang kusayangi coz Alloh, buat yang terutama nge-kost or tinggal di gedung/rumah berlantai lebih dari 1 dan berada di lokasi padat penduduk yang menyulitkan pemadam kebakaran masuk, lebih baik selalu siaga. Caranya, siapkan senter, kunci rumah, sertifikat, dan uang (dan mukena bagi yang berjilbab), di tempat yang mudah terjangkau. In case kalo terjadi kebakaran. Sebab pernah terjadi satu keluarga tewas terbakar (ditemukan berkumpul berpelukan di kamar mandi), karena tidak bisa keluar dari rumah dengan kata lain terjebak. Namun sekali lagi, mari kita berdoa terhindar dari bencana kepada Alloh SWT Sang Maha Kuasa. Amien.