Archive for September, 2007

DIAM-DIAM ..DiaM

Friday, September 7th, 2007

Harus kusampaikan pada siapa rindu ini

Saat lidah kelu

Kering karena kesombongan diri

Takut mencinta dan dicinta

Karena takut membenci dan kecewa

Aku mengerti ya Alloh

Saat tangan keras berusaha

Namun takdirMu tak berbicara

Hingga berdarah usaha tercurah

Tak kan sampai kata terucap

Apalagi rindu sayang didekap

Namun tetap kan kumohon ampun

Karena sulit untuk menjadi sempurna

Sempurna mengerti mengapa

Mengapa diri ini begitu sempurna

Sempurna dalam salah dan dosa

Salah karena berharap bertindak

Sedang bertindak pun tak juga beranjak

Hanya beranjak pada keresahan

Keresahan pada kerinduan

Kerinduan yang akhirnya jadi kemarahan

Marah karena hanya mampu diam

Diam..

Diam..

Semesta selalu diam

Selama ini demikian

Karena dalam sunyi dinyanyikannya

Keindahan, lagu-lagu sayang

Diam..

Jika aku yang diam

Karena tak bisa kulagukan  sayang

Terpendam..

Dalam-dalam

Jauh, jatuh terperosok ke jurang kesombongan

Di senja benakku

Kutitipkan sesal yang belum berakhir ini

Kan kubawa entah sampai kapan

Entah sampai dimana

Mungkin hingga akhirnya

Ada yang lain

Meski bukan dirimu

Toh kau tidak peduli juga

Dengan pendar cahaya cinta

Yang kutaburkan saat kau berpaling

Dengan semburat malu merona

Yang hadir saat kau telah berlalu

Apa masih kurang jelas salamku?

Yang kusampaikan lewat jendela

Yang jarang kau sentuh apalagi kau buka

Atau apa masih kurang jelas senyumku ?

Yang kuberikan saat kau tidur lelap di buaian malam

Yang tenang lengang gelap tak berbintang

Pangeranku yang bisu

Dalam diammu..

Diam-diam kau curi hatiku

Kaubawa pergi

Kautinggal sembarang

Terbuang

Tak kembali

Kemana hendak kuambil lagi

Aku wanita pangeranku..

Dalamnya samudera pun tak sedalam hatiku

Rahasia semesta rasa  bisa kupendam lara

Selamanya..

Lebih lama..

Bahkan hingga meregang nyawa

Toh aku juga sudah terbiasa berdarah-darah

Bermalam-malam

Malam berganti siang

Siang menggeser pagi

Hingga senja merebutnya kembali

Malam lagi

Merindu kembali

Lagi dan lagi..

Satu kata yang tak terucap

Untukmu pangeranku yang masih membisu

Membatu..

Izinkan aku untuk lelah

Pasrah..

Lemah..

Aku ingin diam

Izinkan aku juga diam

Diam-diam

Diam…

Sudahlah

Diamlah

Diam…

Mmmmmmmmmmm……