Archive for November, 2007

Kekuasaan, BASI, & Seorang Wanita

Tuesday, November 27th, 2007

Judul itu adalah representasi dari ketidakpuasan akan keadaan di lingkungan sekitarku yang akhir-akhir ini membuatku gerah, lelah, dan perih. Yang lebih parahnya ternyata lingkungan sekitarku  adalah bagian dari para pemimpin negeri ini.

Basi!!..ya basi. Kata-kata itu yang senantiasa tertulis di benakku sekali lagi ..akhir-akhir ini. Jika tubuh manusia bakal ‘tewas’ pelan-pelan karena makan racun akibat makanan basi..ya mungkin itu yang sedang kurasakan saat ini. MUNTAH!!..AKU MUAK!!..gejala keracunan akibat tindakan-tindakan basi mulai menyebar dan akhirnya membuatku pelan-pelan lemas..mati tak berdaya.

Apa yang seharusnya menjadi kebijakan pimpinan?? Bukankah seseorang harusnya membuat kebijakan yang bisa dilaksanakan, sebenar-benarnya DILAKSANAKAN??!! Apa arti BIJAK, jika tidak bisa dirasa apalagi dilaksanakan. Apa yang seharusnya dilaksanakan harus disampaikan dalam bentuk kalimat NYATA, dan bukan WACANA. Dan bukankah sudah tidak jamannya lagi dan memang tidak boleh pernah ada yang namanya WACANA belaka untuk sebuah ..(sekali lagi) KEBIJAKAN??

Ataukah sebuah kebijakan hanyalah sebatas bacaan. Darimana seorang membuat kebijakan?? Dari hasil imajinasinya lalu berharap orang lain mengerti tanpa pernah dia mengucapkan sepatah kata pun, apalagi menengok, lalu berharap..ups..bukan..menyuruh orang lain mewujudkan imajinasinya itu??!! WHAT A…!!!

Bayangkan orang yang disuruh itu..imajinasi pula yang harus dilakukannya..imajinasi pula yang didapatkan oleh orang yang dituju. Tanpa HATI tanpa SOUL..hanya akan jadi secarik laporan di atas kertas. Lalu bagaimana hendak kita membuat perjanjian dengan alam ini?? Lewat perjanjian dengan sejumlah besar pengacara begitu?? Padahal yang diketahui alam ini bukanlah begitu.

Kau menanam sebatang pohon, kau menumbuhkannya, maka sejuta yang akan diberikannya.. Kau tebang sebatang pohon, alam masih memaafkanmu, meski menangis masih akan dijaganya mu dari gerusan banjir, meski dengan sisa akar terakhir. Maka ketika gerusan banjir bandang akhirnya datang membawa sisa-sisa akar sekarat itu, alam menangis meminta maaf tak bisa menjagamu, dan KAU MASIH MENYALAHKANNYA !! ….BIADAB!!!

…….

…….

Kemarahanku saat ini, hanya bisa disembuhkan dengan obat mata yang turun menetes memadamkan bara api dalam hatiku. Setiap pagi..setiap kali aku harus bersiap memakan ‘makanan’ BASI !!. Kulihat seorang wanita berkerudung, tanpa make up, tanpa KEPALSUAN, berkulit sawo matang, sederhana, bahkan kulihat beberapa kali dia memakai pakaian yang sama, yang lalu membuatku berpikir, untuk memakan makanan BASI aku harus berganti baju tiap hari. BAH !!

Entah kenapa, dia lah, wanita itu, penjaja makanan ringan di depan sebuh gedung yang dengan senyum tak terungkap itu menjadi semangatku. Dia seperti setetes embun memadamkan amarahku, menyejukkan kalbuku, membuatku bersyukur..aku masih hidup, masih diberi kesempatan menikmati harum kebusukan, daripada mereka yang sudah mati indera-nya.

Siapapun engkau wanita…semoga aku bisa mencontoh semangatmu..ketulusanmu..SEMOGA.

Jika tidak..mungkin aku harus menjadi pelanggan Penjual Senyum Palsu. PELANGGAN..bukan hanya PEMBELI. Aku perlu senyum palsu karena aku sudah mati rasa, aku perlu memasang senyum palsu. Lalu senyum palsu itu akan kurobek2, dan berarti aku harus membelinya lagi..lagi dan lagi. Sebab aku sudah lelah, keracunan, untuk tersenyum palsu. Bahkan yang kulakukan sekarang adalah tertawa tanpa henti..tanpa henti…dengan derai airmata agar tidak perlu kuteriakkaan BAASSSSIIIIIIIIIIIIIIIIII.

"Yaa Allah! Tanamkanlah dalam diniku kecintaan kepada
perbuatan baik, dan tanamkanlah dalam diniku kebencian
terhadap kemaksiatan dan kefasikan. Jauhkanlah dariku
kemurkaan-MU dan api neraka dengan pertolongan- MU,
Wahai Penolong orang-orang yang meminta pertolongan".

Hari ke 6 Dalam Kerinduan

Monday, November 5th, 2007

Kemarin.. ku lihat awan membentuk wajahmu
desau angin meniupkan namamu, tubuhku terpaku
Semalam.. bulan sabit melengkungkan senyummu
Tabur bintang serupa kilau auramu
aku pun sadari.. ‘ku segra berlari..

Reff:
Cepat pulang.. cepat kembali, jangan pergi lagi
firasatku ingin kau ‘tuk
cepat pulang cepat kembali, jangan pergi lagi

Akhirnya.. bagai sungai yang mendamba samudera
ku tahu pasti kemana kan ‘ku bermuara, smoga ada waktu Sayangku.. ‘ku percaya alam pun berbahasa
ada makna di balik semua pertanda
Firasat ini, rasa rindukah ataukah tanda bahaya
aku tak peduli.. ‘ku terus berlari

Back to Reff…

Dan lihatlah sayang, hujan turun membasahi, seolah ‘ku berair mata..

Reff2:
Cepat pulang.. cepat kembali, jangan pergi lagi
firasatku ingin kau ‘tuk
Cepat pulang cepat kembali, jangan pergi lagi
firasatku ingin kau ‘tuk
Cepat pulang…. pulang…. hoooww

aku pun sadari.. engkaulah firasat hati…

                                                               Marcell "Firasat"