Orang Itu Lagi Kesel

Serius, suka sewot, suka marah, males ngobrol ma orang-orang, males ngomongin and denger soal percintaan, mungkin sosok manusia yang nggak banget. Tapi kalo memang ada orang dengan kondisi seperti itu, lebih baik dijelaskan mengapa. Mungkin orang itu terlalu banyak berpikir, hingga lelah berpikir. Berpikir..berpikir…kenapa coba?? Ya kenapa coba, kenapa coba bisa …kenapa  semua bisa kacau dalam waktu bersamaan, sudah bisa diprediksikan pula, sudah diingatkan pula.

Yah, apalagi kalo bukan masalah alam..masalah lingkungan. Banjir bandang, longsor, topan, badai, gagal panen, korupsi, mpe langkanya

tempe

, yang kesemuanya itu rakyat kecillah yang jadi korban. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga ketumpahan cat keinjek-injek pula.

Memang masalah yang menyangkut alam ini mang ulah manusia. Ya global warming ya soal pencemaran, ampe soal pembungkus yang bermasalah ma kesehatan. Coba kalo keadilan ditegakkan, pembangunan merata, trus nggak semua pusat kegiatan, pusat perdagangan, pusat pemerintahan di Jakarta, kan masalah urbanisasi, kawasan kumuh & pembangunan gedung-gedung ’sombong’/pencakar langit, yang katanya jadi penyebab daerah resapan berkurang drastis, masalah kejahatan mpe masalah moral (homoseks, gaya hidup hedon, mpe narkoba) InsyaAlloh bisa diminimalisasi.

Masalah pembungkus (plastik, styrofoam, etc) juga nggak usah pusing diganti ma pembungkus zaman majapahit kayak pincuk, kendi, etc (meski ide ini boleh juga ). Ya gampang ajalah, gak usah dibawa pulang, makan aja ditempat. Kalo nggak keburu waktunya, salahin aja kemacetan yg jadi penyebab nggak efisien, ini gara2 urbanisasi juga, semua tumplek blek di metropolitan.

Kalo nggak mau makan di tempat, masak aja di rumah, minta dimasakin ibu, istri, ‘iyem’, malah lebih sehat and murah. Kalo nggak sempat pulang ke rumah, salahin juga gara2 kerja nggak kenal lelah ngejar setoran, gara2 harga pada naik, gara2 manajemen pemerintah nggak bener, mpe ngurus nanam kedele aja nggak becus, kelamaan ngurus koruptor yg nggak juga dihukum2, jadi lupa ngatur nandur dele, katanya negara yang ijo royo-royo, huh!!!

Nyambung nggak sih , ini mah namanya nggak jadi marah-marah.

Ya nyambung nggaknya tentunya tergantung dari benang mana ditarik, yang jelas mang kata Alloh SWT :"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar": (QS Ar-Ruum: 41).

Jadi ingat di milis, ternyata politisi kita memang memenuhi syarat sebab 1) bisa berbicara satu jam tanpa inti apapun 2) bisa duduk

lima

tahun tanpa mengerjakan apapun 3) bisa dipilih kembali tanpa mengetahui apapun. Hemmm…tapi lebih bego lagi yang milih pemimpin yang bisanya begini, ya

kan

??.

Masih inget juga dengan peringatan Alloh akan haramnya riba??

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila…”.(Q.S. Al-Baqarah:275)

Bagaimanapun riba itu, tanpa memandang agama manapun, sistemnya tidak adil dan menguntungkan orang yang berduit makin berduit. Rupanya peringatan itu sudah terlihat nampak saat ini. Lihat aja

Bursa

efek beberapa hari ini, yang makin tak karuan menyusul ancaman resesi di Amerika Serikat, hingga memaksa seorang Bush menarik pasukannya dari Irak. Hahaha…akhirnya si sombong pulang sendiri karena kehabisan ‘bekal’.

Bayangkan, sebuah negara sebesar dan sepongah Amerika Serikat, terancam resesi, karena harga minyak dan masalah perumahan mereka. Dan Indonesia??..ya karena ngekor aja..ya ngekor juga morat-maritnya. Justru lihatlah

Malaysia

…terlepas dari polemik mereka dituduh ‘mencuri’ beberapa karya cipta bangsa kita, tapi soal inisiatif, patutlah negara pakcik-makcik ini diacungi jempol. Lihat aja kebijakan mereka yang akan membebaskan pajak untuk transaksi syariah, beda dengan negara kita yang malah dapat pajak ganda. MasyaAllah.

Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun.

Tapi diantara kesedihan dan keprihatinan orang itu, Alhamdulillah selalu ada kemudahan diantara kesempitan yang diturunkan Alloh SWT. Ya setelah sekian lama tertunda, akhirnya orang itu sudah menyerahkan Proposal Thesisnya, Alhamdulillah, Allahu Akbar!!. Semoga disusul dengan seminar thesisnya dan kemudian lulus deh. AMIEN YA ALLOH.

Ada

untungnya juga ya kesel, jadi bisa fokus. Soal yang lain, orang itu pasrah aja sama Alloh. Siapa ya orang itu ??? wekekekek.

NB: lagi keranjingan Naruto nih

3 Responses to “Orang Itu Lagi Kesel”

  1. Papan Tulis Says:

    Alhamdulillah tesis dah selesai..jadi kapan niy undangan makan2 nya..hwehehehe:P

  2. Papan Tulis Says:

    Tiwi, ayo dung gabung di MP

  3. khanty Says:

    hayyyaaahhhhhh!!!!!!!
    lo serius bener siy Wi….
    kl mikirin masalah dunia mah gk bakal abis say…
    sebagai mantan mahasiswa HI niy, kl ngomongin dosanya AS dua minggu kuliah juga gk bakal kelar!
    yang ada lo malah sewot kayak tulisan lo itu!
    mending banyak berdoa deh….yakin kl Allah itu Maha Melihat dan Mahal Adil, apa yang kit perbuat hari ini pasti akan ada balasannya siapapun itu!
    dan gw percaya ituh!

Leave a Reply